Pasca Banjir Bandang, Ketua KNPI Kampar Jadwalkan Kunjungan Tahap II ke Desa Ludai
Kampar-- Ketua KNPI Kampar, Abu Nazar merencanakan turun ke Desa Ludai Kecamatan Kampar Kiri Hulu dalam rangka kunjungan ke dua kalinya pasca banjir bandang.
"Nanti kita koordinasi dulu dengan Bupati Kampar, sepertinya harus dijadwalkan kembali kunjungan KNPI ke Desa Ludai, karena laporan dari masyarakat banyak hal yang perlu dibenahi pasca banjir" kata Abu, minggu.
Menurut Abu pihaknya berharap semua pihak turut serta berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.
"Nanti KNPI Kampar akan ajak Bupati Kampar turun langsung, kemarin beliau juga sudah menyampaikan rasa prihatin nya kepada masyarakat Ludai, dan akan turun kelapangan bersama KNPI dan Forkopimda Kampar" kata Abu.

Ditempat terpisah Kepala Desa Ludai Firdaus Kepala Desa Ludai dihubungi wartawan menuturkan bahwa kejadian Banjir Bandang yang terjadi pada minggu malam 29/08 pukul 12 kurang tersebut membuat warga Desa Ludai berhamburan menyelamatkan diri hingga ke atap rumah, hanya dalam waktu sekitar 30 menit air sungai sudah mulai meluber
"Namun alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa, tapi setidaknya terdapat 21 rumah warga yang retak-retak, perabotan rusak – rusak, sampan warga beserta mesin robin juga banyak yang rusak, termasuk bantuan material WC banyak yang hanyut akibat diterjang banjir bandang tersebut." kata Firdaus.
Firdaus mengatakan bahwa kemarin Ketua KNPI Kampar bersama rombongan Sekda Kampar sudah datang, Dinas Sosial Kampar, Basnas, IDI juga sudah datang memberikan sejumlah bantuan Sembako.
Namun bantuan tersebut hanya cukup untuk beberapa hari saja akibat akses jalan darat untuk keluar masuk ke Desa Ludai terputus tidak bisa dilewati, Firdaus berharap jalan desa yang terputus ini segera diupayakan, berharap kepada pihak terkait untuk segera mengupayakan ditengah kondisi yang memprihatinkan ini.
Andri Kepala Desa Duo Sepakat yang bertetangga dengan Desa Ludai menambahkan bahwa Desa Ludai lah yang paling terdampak dari Banjir Bandang kemarin.
Secara geografis Desa Ludai memang agak rendah, jadi jika intensitas hujan lebat maka aliran air yang bermuara dari Sungai Sebayang inilah yang kemudian meluap ke batang Sungai Bio pas dipersimpangan Desa Ludai.
Lebih lanjut Kades Duo Sepakat mengatakan bahwa terdapat sekitar 135 keluarga yang bermukim disitu, dan untuk dapat diketahui bahwa dalam sejarahnya justru Desa Ludai adalah induk dari pecahan 13 Desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu namun justru Desa Ludai lah yang paling tertinggal saat ini dibanding Desa lainnya.
Ditanya soal akses jalan menuju Desa Ludai Kades Duo Sepakat mengatakan bahwa saat ini hal tersebut memang sangat memprihatinkan, padahal dulunya sudah pernah diajukan kepada Pemda Kampar melalui Dinas PU untuk pembangunan jalan lingkar dari Muara Selaya agar tembus ke Desa Gema itu sekitar 40 kilo. (*)
Kerugian Korupsi CSR PT SPRH Lebih Rp13 Miliar, Polda Riau segera Tetapkan Tersangka
RADARPEKANBARU.COM - Penyidikan dugaan korupsi penya.
Kesbangpol Riau: 12 Kabupaten/Kota Telah Lampaui Target Responden IHaI 2026
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalu.
JPU KPK Tuntut Arief Setiawan 5,5 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Abdul Wahid
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pe.
Sidang Pembacaan Tuntutan Abdul Wahid CS Digelar Hari Ini
RADARPEKANBARU.COM - Perkara dugaan korupsi yang men.
Percepat Pembangunan Daerah, Pemko Pekanbaru Gandeng Pemerintah Kota Bandung
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Dua Waste Station di Pekanbaru Sudah Bisa Penukaran Sampah
RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru telah men.








